Buah Imlek

China merupakan negera yang kaya akan budaya dan filosofi, termasuk dalam bidang kuliner. Setiap bahan pangan yang digunakan memiliki makna yang berbeda satu sama lain.

Uniknya, kepercayaan tersebut terus dipegang teguh hingga kini, termasuk dalam menyambut Tahun Baru Imlek. salah satunya adalah jeruk Pamelo. Diikut sertakannya jeruk Pemelo berawal dari budaya Kanton yang merupakan mayoritas di kawasan selatan China.

Kata Pomelo sendiri konon mendapat sentuhan bahasa Portugis yang pernah menjajah kawasan selatan China, di mana kata tersebut memiliki arti yang mirip dengan makna kekayaan dan status derajat. Jeruk dalam bahasa Kanton disebut "gut" yang berasal dari kata "dai gut" atau nasib baik. Bartholomew mengatakan, poomelo dalam bahasa Kanton berarti “memiliki”. Artinya, rumah tangga akan saling memiliki sedangkan pomelo melambangkan keinginan sehingga apa yang diinginkan akan menjadi kenyataan di tahun mendatang.

Sementara itu, kumquat dalam bahasa Kanton berarti "gumgut" yang artinya emas atau nasib baik. Makanya jeruk kumquat kerap dihadirkan saat Imlek tiba. Selama Imlek, para orangtua akan menyiapkan dua buah jeruk yang masih terdapat daunnya sebagai tanda kehidupan. Ini diberikan bersama amplop merah yang sudah diisi uang dan ditaruh di samping bantal tidur anak-anaknya.